Suasana malam hari di Taman Margasatwa Ragunan dengan pencahayaan temaram dan pengunjung yang berjalan santai

Ragunan Bakal Buka Sampai Malam, Warga Jaksel Bisa Healing Lebih Fleksibel

Kalo lo anak Jaksel yang udah kehabisan ide mau healing ke mana lagi tanpa harus cabut jauh-jauh, kabar ini bisa jadi penyelamat. Taman Margasatwa Ragunan, kebun binatang legendaris yang udah nemenin warga Jakarta sejak lama, sekarang lagi dipertimbangin buat buka sampai malam. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru aja ngumumin rencana ini dan vibe-nya bisa banget ngubah cara kita nikmatin waktu santai di kota.

Biasanya Ragunan cuma buka dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Buat orang-orang yang kerja Senin sampai Jumat atau anak kampus yang padat jadwalnya, waktu itu tuh bener-bener nggak fleksibel. Jadi pas denger kabar Ragunan bakal bisa dikunjungi pas malam, langsung banyak yang ngebayangin suasana ala safari malam tapi di tengah kota. Kayak beda aja gitu dari rutinitas biasa.

Pram bilang kalau Ragunan punya potensi besar banget. Bayangin aja, ada sekitar 2.200 jenis satwa dan hampir 65.000 koleksi tanaman di dalamnya. Tapi selama ini belum dimanfaatin secara maksimal. Nah, salah satu upaya biar makin optimal adalah dengan buka lebih lama.

“Ragunan itu kualitasnya nggak kalah dari Taman Safari, tapi kita punya keuntungan karena lokasinya lebih deket dan gampang diakses,” kata Pram waktu kunjungan ke Ragunan kemarin.

Dan iya sih, kalau dipikir-pikir, warga Jakarta bisa dapet pengalaman kayak safari malam tanpa harus pergi ke Bogor. Udah hemat, gak ribet, bisa juga jadi tempat kencan santai atau quality time bareng keluarga.

Penambahan fasilitas Ragunan untuk dukung operasional malam

Karena jam bukanya mau diperpanjang, otomatis harus ada perbaikan fasilitas juga biar pengunjung makin nyaman. Salah satu yang dibahas adalah sistem tiket. Rencananya mau dibikin lebih efisien dan gak nyusahin. Harapannya sih bisa digital, kayak pake QR atau e-ticket gitu. Jadi antrean panjang bisa diminimalin.

Selain itu, ada juga wacana pembangunan parkiran bertingkat di area masuk Ragunan. Ini penting banget, soalnya sekarang aja tiap akhir pekan cari parkir bisa bikin stres. Apalagi kalau nanti malam juga dibuka, jumlah kendaraan pasti makin banyak. Jadi, solusi ini emang wajib diprioritaskan.

Gubernur juga kasih sinyal akan nambahin bus keliling di dalam area Ragunan. Idem kayak di taman safari gitu. Ini cocok banget buat keluarga yang bawa anak kecil atau yang nggak kuat jalan jauh. Lebih santai dan efisien juga kelilingnya.

Ragunan buka malam jadi opsi baru wisata malam di kota

Bayangin deh, suasana Ragunan pas malam. Cahaya lampu taman yang temaram, suara hewan yang mulai aktif, hawa sejuk tanpa panas matahari. Jalan santai di situ pasti beda rasanya dibanding siang. Kayak ada sensasi lebih intimate sama alam, tapi tetep aman dan bersih.

Buat anak Jaksel dan sekitarnya, ini jelas jadi alternatif seru buat jalan-jalan malam. Selama ini pilihan kita mentok di mall, bioskop, atau nongkrong. Tapi dengan opsi Ragunan malam hari, gaya healing-nya bisa berubah. Lebih slow, lebih alami, tapi tetap asik dan nyaman.

Buat yang doyan foto atau cari konten juga ini peluang baru. Bisa hunting suasana malam yang estetik banget di tempat yang sebelumnya cuma bisa dikunjungi siang. Siapa tahu juga nanti ada area buat night picnic atau spot live music kecil. Kalau sampe ada event akustik malam mingguan, Ragunan bisa jadi primadona baru.

Perluas akses transportasi umum buat Ragunan malam

Masalah transportasi juga harus diperhatiin. Kalau buka sampai malam, pengunjung butuh kepastian bisa pulang dengan aman dan gampang. Sekarang udah ada MRT dan TransJakarta, tapi kalau bisa ada rute khusus ke Ragunan pas malam atau akhir pekan, itu bakal sangat membantu.

Kolaborasi sama ojek online atau taksi buat nyediain diskon atau voucher khusus juga bisa jadi solusi. Intinya, akses ke Ragunan harus dipermudah, terutama buat pengunjung yang datang sendiri atau cewek yang balik malem. Nyaman dari rumah sampai balik lagi itu prioritas.

Soal keamanan, gak bisa diabaikan. CCTV harus ditambah, penerangan harus memadai, dan petugas keamanan standby. Jangan sampe karena suasana malam, orang malah ragu buat datang. Semua harus dipikirin supaya tetap fun tapi juga aman.

Ragunan malam bisa dongkrak ekonomi lokal Jaksel

Kalau Ragunan malam jadi kenyataan, efeknya bisa ke mana-mana. UMKM di sekitar bisa ikutan rame. Kuliner malam di Pejaten, Cilandak, atau Pasar Minggu bisa dapet imbasnya. Orang-orang pasti cari jajanan habis jalan-jalan. Ini kesempatan emas buat usaha kecil ikut tumbuh.

Kebayang kan, abis keliling Ragunan malam, terus cari nasi goreng atau bakso gerobakan. Minumnya es doger atau wedang jahe. Vibes-nya tuh dapet banget. Apalagi kalau suasana sekitar ikut ditata rapi dan bersih, makin banyak yang bakal betah keliling.

Rencana ini memang masih dalam tahap pembahasan, tapi antusiasmenya udah terasa. Banyak yang dukung di media sosial. Bahkan ada yang ngasih ide tambahan, kayak night zoo tour atau zona khusus hewan nokturnal yang aktifnya cuma malam. Bisa jadi konsep unik yang belum banyak ada di Indonesia.

Kalau semua ini berjalan, Ragunan bukan cuma tempat nostalgia anak-anak 90an. Tapi bisa jadi contoh sukses ruang publik yang hidup lagi, relevan sama zaman, dan bisa adaptif. Kota ini butuh lebih banyak ruang kayak gitu. Yang nggak harus mahal, tapi bisa bikin kita lebih waras dan terhubung sama alam.

Sumber: ANTARA – Pram pertimbangkan tambah jam operasional Ragunan hingga malam hari – 14 Agustus 2025

Bagikan:

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *