Jakarta Selatan kembali jadi pusat perhatian publik hari ini, Jumat 29 Agustus 2025. Aksi demonstrasi mahasiswa yang sempat tertunda justru memanas lagi setelah insiden tragis pada 28 Agustus kemarin. Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, meninggal dunia usai tertabrak kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di sekitar Senayan. Kejadian ini bukan cuma menyisakan duka, tapi juga membakar semangat baru di kalangan mahasiswa untuk kembali turun ke jalan.
Aksi ini dipelopori oleh kelompok mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), yang mengumumkan langsung lewat akun Instagram resmi mereka, @bem_si. Dalam unggahan mereka, aksi dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB setelah salat Jumat. Lokasinya nggak jauh dari pusat Jakarta Selatan, tepatnya di depan Markas Besar Polda Metro Jaya, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 55, Senayan, Kebayoran Baru.
Label yang mereka bawa untuk aksi ini pun cukup menggugah: “Tanya Brimob”. Bukan sekadar ajakan protes, tapi juga bentuk tuntutan atas kematian Affan yang dianggap sebagai korban dari tindakan represif aparat. Tagar-tagar seperti #TanyaBrimob dan #KeadilanUntukAffan pun mulai ramai berseliweran di linimasa sosial media pagi ini.
Titik Kumpul Demo Mahasiswa di Jaksel
Meski terkesan mendadak, aksi ini sebenarnya adalah lanjutan dari rencana sebelumnya yang sempat dijadwal ulang ke awal September. Namun setelah tragedi yang menimpa Affan, mahasiswa merasa perlu mengubah rencana dan langsung mengambil sikap. Titik kumpul ditetapkan di halaman depan Polda Metro Jaya, salah satu lokasi simbolik yang sering dipilih dalam gerakan mahasiswa.
Salah satu mahasiswa dari Universitas swasta di Jakarta Selatan menyatakan lewat story Instagramnya:
“Gue capek ngeliat teman-teman ojol dipinggirin terus. Kematian Affan bukan cuma salah paham, ini bentuk arogansi aparat yang nggak bisa ditolerir.”
Menurut info dari akun BEM SI, mereka menyiapkan form kehadiran online dan menyarankan peserta untuk mengenakan pakaian hitam sebagai bentuk solidaritas. Selain itu, mereka juga mengimbau agar massa tetap tertib dan tidak terprovokasi selama aksi berlangsung.
SEMMI Jaksel Tegaskan Tidak Ikut Aksi DPR RI
Di tengah maraknya aksi solidaritas ini, sempat muncul informasi simpang siur bahwa Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Jakarta Selatan ikut serta dalam demo di depan Gedung DPR RI. Tapi, pihak SEMMI Jaksel langsung angkat bicara dan memberi klarifikasi tegas: mereka tidak menurunkan kader dalam aksi tersebut.
Pernyataan ini dilansir dari Suara Indonesia News, yang menyebutkan bahwa SEMMI Jaksel hanya berfokus pada aksi yang sah dan sesuai agenda internal mereka. Mereka juga mengingatkan agar publik tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum diverifikasi. Hal ini penting buat memastikan narasi yang berkembang tetap valid dan tidak disusupi oleh agenda tertentu.
“SEMMI Cabang Jaksel tidak menurunkan kader dalam aksi di DPR RI. Kami komit untuk menjaga arah gerakan tetap fokus dan terukur,” ujar perwakilan mereka.
Tagar #TanyaBrimob dan Isu Kekerasan Aparat
Banyak yang bertanya-tanya kenapa aksi hari ini difokuskan di Polda Metro Jaya, bukan ke DPR atau lembaga lainnya. Jawabannya sederhana: mahasiswa ingin menyuarakan pertanggungjawaban langsung ke pihak kepolisian. Insiden tertabraknya Affan jadi titik balik dalam relasi sipil dan aparat, terutama di wilayah urban seperti Jakarta Selatan yang selama ini jadi pusat mobilisasi massa.
Narasi kekerasan aparat dalam penanganan demo bukan hal baru. Tapi kali ini, publik merasa makin tersulut karena korbannya adalah rakyat biasa, bukan aktivis atau mahasiswa. Affan cuma pengemudi ojol yang lagi lewat, tapi malah meregang nyawa karena situasi yang seharusnya bisa dicegah. Tragedi ini memunculkan kemarahan yang nggak bisa dibendung.
“Gue nggak kenal Affan. Tapi gue tau rasanya kehilangan, apalagi kalau harusnya dia bisa pulang dan ketemu keluarga. Ini bukan sekadar urusan politik, tapi kemanusiaan,” ujar salah satu warga yang ikut aksi.
Reaksi Masyarakat: Dari Dukungan Hingga Ketakutan
Seiring dengan viralnya kabar aksi ini, berbagai reaksi muncul dari masyarakat. Sebagian besar mendukung gerakan mahasiswa dan menuntut transparansi dalam proses investigasi kematian Affan. Tapi ada juga yang khawatir soal potensi bentrok lanjutan, apalagi jika massa makin banyak dan aparat nggak berubah pendekatannya.
Beberapa warga Senayan bahkan mengaku lebih memilih kerja dari rumah untuk hari ini demi menghindari kemacetan dan potensi kerusuhan. Meski begitu, sebagian lainnya justru ingin hadir sebagai bentuk solidaritas diam-diam, dengan berdiri di sekitar lokasi aksi dan mengamati jalannya orasi.
Polda Metro Jaya sendiri belum merilis keterangan resmi tambahan pasca insiden tanggal 28 Agustus. Tapi berdasarkan pantauan dari lapangan, pengamanan sudah mulai disiagakan sejak pagi di sekitar area Sudirman dan kawasan SCBD.
Aksi Damai, Tapi Suasana Menegang
Menjelang siang, massa mulai berdatangan ke titik kumpul. Beberapa membawa poster, lilin, dan foto Affan. Mereka duduk di trotoar, berbicara pelan satu sama lain, dan saling membagikan masker serta air minum. Nggak ada suara gaduh, tapi justru itu yang bikin suasananya terasa berat.
“Ini bukan demo buat marah-marah doang, ini cara kita buat bilang: cukup. Jangan ada lagi korban kayak Affan,” ujar koordinator lapangan dengan suara tertahan.
Kondisi ini juga membawa dampak sosial yang kuat di kalangan anak muda Jakarta. Banyak yang merasa bahwa kejadian ini membuka mata mereka soal pentingnya advokasi sipil dan hak hidup aman di ruang publik. Karena pada akhirnya, siapa pun bisa jadi Affan, apalagi di kota besar yang seringkali memaksa warganya buat adaptasi terus-menerus sama dinamika sosial-politik yang nggak selalu ramah.
Hari ini, Jakarta Selatan nggak cuma jadi latar demo, tapi juga jadi panggung solidaritas yang tulus. Dari anak kos, pegawai kantoran, aktivis, sampai ojek online lain yang ikut menepi dan mengirim doa.
Sumber: Tirto – Apakah Ada Demo Hari Ini 29 Agustus 2025 di Jakarta? – 29 Agustus 2025
Sumber: Suara Indonesia News – SEMMI Cabang Jakarta Selatan Tegaskan Tidak Turunkan Kader Saat Aksi Demonstrasi di DPR RI – 29 Agustus 2025



