Suasana warga antre membeli beras murah dalam acara Gerakan Pangan Murah di halaman Polres Metro Jakarta Selatan

Polres Jaksel Gelar Gerakan Pangan Murah Peringati HUT ke-80 RI

Polres Metro Jakarta Selatan ngadain Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bikin warga bener-bener ngerasa terbantu, terutama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Acaranya dilangsungin di halaman utama Mapolres Metro Jakarta Selatan, dan beneran ramai. Masyarakat dari berbagai kalangan datang buat dapetin beras premium dengan harga miring. Dan ini bukan sekadar program formalitas doang, tapi emang berasa banget manfaatnya buat warga kecil yang lagi kembang kempis ngatur pengeluaran.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” kata Kombes Pol. Nicolas Ary Lilipaly, Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Nggak cuma itu, acara ini juga jadi ajang ketemu langsung antara aparat dan warga dalam suasana yang nggak kaku. Vibesnya tuh kayak pasar murah mini, tapi lebih terorganisir dan adem. Ada banyak warga yang rela antre demi dapetin satu atau dua karung beras, dan suasananya tetep kondusif meski ramai.

Program pangan murah bantu warga kecil Jaksel

Menurut keterangan resmi dari pihak Polres, kegiatan ini terlaksana bareng Bulog sebagai mitra logistik. Mereka nyediain beras premium merek SPHP yang udah dikenal punya kualitas bagus, dan dijual cuma Rp55.000 per kemasan isi 5 kilogram. Totalnya ada 300 kantong yang didistribusiin, jadi kalo dihitung-hitung berarti ada 1,5 ton beras yang dibagiin hari itu.

AKBP Doddy Ginanjar, selaku Binmas Polres Metro Jakarta Selatan, juga nyorotin soal kualitas berasnya:

“Kami memastikan bahwa beras yang kami distribusikan memiliki kualitas premium dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.”

Buat banyak keluarga, ini tuh solusi nyata di tengah harga kebutuhan pokok yang makin nggak stabil. Walaupun kelihatannya sepele, dapet beras bagus dengan harga terjangkau itu bisa ngurangin beban pikiran orang tua yang tiap bulan harus mikir pengeluaran rumah tangga. Gak semua orang bisa belanja dalam jumlah besar, jadi bantuan kayak gini tuh beneran kerasa dampaknya.

Salah satu warga, Bu Siti (45), ngungkapin rasa syukurnya:

“Kami sangat bersyukur dengan adanya program ini. Berasnya berkualitas bagus dan harganya sangat terjangkau. Terima kasih kepada Polri yang peduli dengan masyarakat kecil seperti kami.”

Kata-kata itu kayak mewakili banyak suara yang nggak sempet diwawancara. Karena di lapangan, ekspresi warga udah cukup ngegambarin rasa lega dan seneng mereka pas pulang bawa beras.

Ketahanan pangan jadi fokus peringatan HUT RI

Menariknya, kegiatan Gerakan Pangan Murah ini juga jadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Polres Metro Jakarta Selatan sadar banget kalau isu pangan bukan cuma urusan kementerian atau pemerintah pusat doang. Akar masalahnya tuh seringkali ada di distribusi dan aksesibilitas buat masyarakat bawah.

Dalam konteks HUT RI ke-80, program kayak gini jadi simbol bahwa kemerdekaan itu bukan cuma selebrasi seremoni, tapi juga soal kehadiran negara dalam bentuk nyata di kehidupan rakyat. Dan di level lokal, Polres bisa ambil peran aktif buat mewujudkan itu.

Keterlibatan langsung aparat juga ngebuktiin kalau kolaborasi antara institusi negara dan masyarakat bisa berjalan dengan saling ngedukung. Ini bukan tentang siapa yang lebih berkuasa, tapi tentang siapa yang mau turun tangan ngebantu saat dibutuhin.

“Gerakan pangan murah ini adalah bentuk kepedulian dan kontribusi kami terhadap masyarakat, terutama dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI,” tambah AKBP Doddy.

Harapan biar program kayak gini terus ada

Dari obrolan-obrolan kecil yang kedengeran di sekitar lokasi acara, keliatan banget kalau warga berharap program semacam ini bisa jadi rutinitas, nggak cuma muncul pas bulan Agustus aja. Karena kondisi ekonomi banyak keluarga di Jakarta Selatan tuh naik turun, nggak selalu stabil. Kadang ada penghasilan tambahan, tapi sering juga justru tekor.

Mungkin ini bisa jadi inspirasi buat institusi lain juga. Kayak misalnya kelurahan, kecamatan, atau bahkan sekolah-sekolah yang punya ruang cukup buat bikin acara sejenis. Kolaborasi antara aparat, instansi pemerintah, dan komunitas bisa jadi kunci buat bikin program semacam ini lebih sering muncul di tengah masyarakat.

Warga nggak butuh acara mewah atau selebrasi mahal. Mereka cuma pengen bukti nyata kalau negara peduli, dan bisa hadir dengan cara yang relevan sama kebutuhan mereka. Kayak hal sederhana: beras murah yang beneran berkualitas.

Dari suasana yang hangat dan guyub di halaman Mapolres waktu itu, bisa kerasa kalau warga Jakarta Selatan tuh nggak banyak nuntut. Mereka cuma butuh dihargai dan dikasih akses yang adil buat dapetin kebutuhan pokok. Dan selama itu bisa dijawab dengan tindakan nyata, hubungan antara warga dan aparat bakal makin solid, tanpa harus selalu diwarnai curiga atau skeptis.

Sumber: ANTARA News – Polres Jaksel Gelar Gerakan Pangan Murah Peringati HUT ke-80 RI – 15 Agustus 2025

Bagikan:

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *